Type : Light novel
Judul : HimiGakusei
Chapter : 01
Tittle : Klub ikatan
Genre(s) : School, Romance, Drama, Comedy, Supernatural
Author : Eka anggadara
Written on : 12 - Oktober - 2016
Pernahkah kau Berbohong?
Apakah kau tau kebohongan yang paling menyakitkan itu apa?
Kebohongan yang paling menyakitkan adalah.......
----------------------------------
CHAPTER 01 : KLUB IKATAN
----------------------------------
"Hei Shiro bagaimana kalau kita makan siang bersama?"
"M-Maaf aku sedang buru buru"
Dan itu terjadi lagi, Kebiasaan buruku, kebiasaan yang ingin kubuang jauh-jauh.
Namaku Shirozuki Takuya, umur 18 tahun walaupun begitu tinggiku masih dikisaran angka 170 cm.
Aku memiliki kebiasaan buruk yaitu selalu merasa gugup dan minder saat diajak bicara sama teman-teman sekelasku.
Karena itulah walaupun aku sudah bersekolah di sma selama 1 bulan, namun aku masih belum mempunyai seorang temanpun.
Kupergi ke atap untuk menyantap makan siangku, lagi-lagi hanya sendirian.
Saat kubuka kotak makan siangku tiba-tiba sebuah benda berat jatuh dari atas dan merubuhkanku
kebawah.
Seluruh rasa sakit tiba-tiba kurasakan diseluruh tubuhku, namun yang lebih parah adalah bekal makan siangku yang jatuh berserakan.
"Aduh sakit..."
Suara erangan kesakitan itu berasal dari atas tubuhku, dan saat kulihat betapa terkejutnya aku karena benda jatuh yang menimpaku tadi ternyata adalah seorang siswa.
Dia berambut putih, berpostur tinggi serta memiliki wajah yang tampan, bisa dibilang dia adalah siswa laki-laki yang sempurna.
"Aw kau ini kalau jalan hati-hati dong~" ucapnya dengan wajah lemas.
"Eh,tunggu dulu bukankah aku yang seharusnya bilang begitu"
"Oh souka, Jadi aku melakukanya lagi ya?"
"Apa maksudmu?"
"Kebiasaanku"
"Kebiasaanmu!?"
"Ya,kebiasaan yang membuatku tiba-tiba tertidur"
"Itu aneh"
"Begitukah? Tunggu dulu apa yang kau lakukan disini sendirian"
"Eh aku, kalau aku tentu saja sedang mak--- HAH MAKAN SIANGKU!"
"Makan siangmu?"
"Ah,berantakan semua"
"Maaf itu salahku kan?, ah bagaimana kalau kita membeli yakisoba pan di kantin?"
Belum sempat aku menjawab tiba-tiba saja ia menariku dan berlari menuju kekantin.
Saat itulah aku menyadari kalau orang itu adalan tipe orang yang Hiperaktif.
Sesampainya di kantin, entah mengapa aku ingin segera kembali ke kelas karena pada saat itu keadaan kantin penuh sesak.
Tapi ketika aku melihat wajahnya ia menunjukan ekspresi kagum.
Dan dengan semangatnya ia berteriak
"Ayo kita meluncur!"
Ia seperti orang gila karena ia menerobos lautan manusia dengan gembira, sedangkan aku merasa pusing karena terbentur kesana kemari.
Namun anehnya ia berhasil mendapatkan 2 yakisoba pan, dan dengan gembiranya ia menawarkan satu yakisoba-pan kepadaku.
Karena perut sangat lapar, mau tidak mau aku harus menerima pemberianya itu.
Kemudian kami berdua kembali ke atap untuk memakan yakisoba pan-nya.
Di tengah waktu makan.....
"Hiruma sato"
"Eh,apa?
"Bukan 'eh ,apa?' Itu namaku siapa namamu?"
"Shirozuki takuya"
"Shirozuki-san?, salam kenal ya!"
"Y-ya"
Lalu ia pergi dan dengan ekspresi tersenyumnya ia berkata
"Sampai bertemu kembali Shi-kun"
"Shi-kun?!, siapa itu!"
Lalu tidak lama kemudian bel masuk berbunyi, dan saat itulah aku menyadari bahwa untuk pertama kalinya aku berbicara dengan orang lain tanpa gugup.
Lantas aku langsung berlari menuju kekelas, untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
Dan ketika aku sampai di kelas, tidak lama kemudian datang seorang guru bernama fujiwara-sensei, guru sejarah sekaligus walikelasku.
Ketika sudah masuk jam pulang, aku dikejutkan dengan suara yang memanggilku dari belakang.
Saat kumenoleh ternyata suara itu berasal dari Fujiwara-sensei yang memanggilku.
Kemudian aku bertanya padanya alasan kenapa dia memanggilku, lantas ia menjawab ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan denganku.
Lantas saja aku berjalan menuju keruang guru untuk menemuinya.
"Jadi,ada perlu apa sensei?"
"Kau tidak usah buru-buru duduklah sebentar" ucapnya sembari menyodorkan sebuah kursi.
"Kau sepertinya makin tinggi ya, Shirozuki-kun."
"Y-ya begitulah aku tumbuh 5mm tahun ini"
"Cuma segitu?!" Ucapnya dengan nada bicara mengejek.
"Maaf saja ya!"
"Ehmmmhm, tapi tenang saja kau masih dalam waktu pertumbuhan, suatu saat nanti kau pasti akan tumbuh lebih tinggi lagi dan mendapat pacar"
"Aku belum kepikiran untuk pacaran"
"Eh, kenapa? Bukankah semua anak muda sekarang ingin segera berpacaran."
"K-kalau itu ada alasanya, cukup sudah buang-buang waktunya aku ingin kau segera mengatakan alasan memanggilku kesini."
"Maaf ya, baiklah kita masuk ke inti permasalahanya, jadi begini Shirozuki-kun alasan aku memanggilmu adalah----"
"Apa? Kenapa kau diam saja? Teruskanlah"
"Sebenarnya aku tidak punya alasan memanggilmu kesini"
"Apa maksudmu?!, Aku pulang!"
Saat itu aku tidak tahu alasan dia memanggiku, namun ketika aku hendak keluar dia berkata.....
"Syukurlah, akhirnya Aku bisa melihatmu tersenyum, Shirozuki-kun cobalah untuk lebih bergaul lagi dengan temanmu, aku tidak ingin salah satu siswaku tertinggal dibelakang, ingat itu ya!"
Ketika guru mengatakan itu membuatku terdiam sejenak dan aku menjawabnya dengan suara pelan.
"Aku tahu"
Kemudian aku keluar, dan saat itulah aku mengetahui alasan sebenarnya dia memanggilku dan saat itu juga aku menyadari kalau ternyata ada orang yang perduli dengan keadaanku.
Selepas itu aku berjalan pulang kerumah sambil merenungkan kebiasaan buruku.
"Aku pulang!"
"Selamat datang kembali"
Saat kubuka pintu rumahku aku terkejut karena yang menyambutku adalah Tsukihi nanase teman masa kecil sekaligus temanku satu-satunya.
"Tunggu, apa yang kau lakukan disini Nanase"
"Yah karena aku sedang tidak ada kerjaan jadi lebih baik aku memasakan makanan buatmu kan?" Ucapnya sembari memotong sayur.
"Kau seharusnya tidak perlu repot-repot loh"
"Tidak apa-apa kok, lagipula jika aku tidak memasakanmu makanan kau pasti skan membeli ramen instan lagi kan?!"
"Y-ya begitulah"
"Itu tidak baik untuk kesehatan loh Takuya!"
"Ya,ya" jawabku mengejek sembari duduk di meja makan.
"Oh iya Takuya, apa ada kejadian menyenangkan disekolah?"
"Tidak ada yg khusus kok, hanya saja hari ini sangat melelahkan sekali"
"Hihihi"
"Kenapa kau tertawa? Apa ada hal yang lucu?"
"Bukan itu, hanya saja ini pertama kalinya kau mengatakan disekolah sangat melelahkan, biasanya kau hanya menjawab 'tidak ada apa-apa'"
Karena malu aku tidak mengatakan apapun setelahnya, kemudian saat jam menunjukan pukul 8 malam dia pulang kerumahnya, sementara aku hanya melakukan hal-hal biasanya seperti makan dan pergi tidur.
Hangat, sebuah sinar hangat tiba-tiba menghantam seluruh tubuhku, sebuah rasa hangat yang seakan sudah siap untuk membakar tubuhku.
Saat kubuka mataku perlahan, aku seketika merasa kesilauan akan cahaya matahari yang masuk kedalam kamarku menembus kaca jendela.
Kemudian kumenoleh ke arah samping kanan, dan saat kulihat jam menunjukan pukul 7, hari yang cerah telah datang kembali.
Aku bergegas berganti baju lalu memakan sarapanku dan kemudian siap-siap berangkat kesekolah.
Dengan memakai seragam putih berhias warna biru itu aku berangkat kesekolah tepat pukul 7.30.
Kulewati lorong demi lorong seperti biasa namun, saat kulewati sebuah papan mading di situ aku melihat sebuah selebaran kertas.
Langkahku terhenti karena warna mencolok dari kertas itu, dan saat kulihat ternyata kertas itu adalah sebuah kertas yang mempromosikan sebuah klub.
Dan ketika kuamati lebih teliti lagi, disitu aku mengetahui klub itu bernama klub "Ikatan" dan disitu juga ada sebuah tulisan tujuan klub ikatan tersebut adalah menjalin sebuah ikatan pertemanan sebanyak mungkin.
Karena rasa penasaran, aku memutuskan untuk melihat klub Ikatan tersebut, namun jauh dilubuk hatiku, aku berharap kalau aku mungkin akan memiliki banyak teman jika mengikuti klub ini.
Waktu berlalu dengan sangat cepat dan tanpa kusadari jam sudah menunjukan waktu pulang.
Aku berjalan, terus berjalan hingga akhirnya aku sampai disebuah ruangan yang bertuliskan klub ikatan.
Kuintip terlebih dahulu melalui lubang kunci sebelum memutuskan masuk, namun sayangnya aku tidak bisa melihat apapun dari celah kecil tersebut.
Saat itu aku merasa sangat gugup, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk berbalik badan dan pulang.
Namun saat aku hendak kembali, tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka.
Betapa terkejutnya aku saat itu, apalagi yang membuka pintu tersebut bukan lain adalah.....Hiruma sato.
"eh Shi-kun apa yang sedang kau lakukan disini?"
"A-aku? Ah a-ak-ku cuman sedang lewat."
"Jadi begitu, lalu kertas apa yang ada ditangmu itu?."
Tanyanya sembari menunjuk tangan kananku yang pada saat itu sedang memegang kertas formulir klub.
"I-ini? Ini cuman kertas pelajaran dikelasku"
"Benarkah?" Ucapnya dengan nada curiga.
"Ya, begitulah"
"Jadi begitu."
Kemudian ia pergi, harapku. Namun tiba-tiba ia berlari kembali menuju kearahku dan mencoba merebut kertas itu dariku.
Karena terkejut dan lagipula sejak kecil aku memang bukanlah orang yang kuat, dalam sekejap ia dapat merebut kertas tersebut.
"Formulir klub?"
"I-itu ano sono i-itu hanya eto...."
Karena malu akhirnya aku berbicara dengan kata yang tidak jelas.
"Souka jadi kau ingin bergabung keklub kami ya, seharusnya kau bilang dari tadi, Shi-kun"
"Eh? Aku boleh bergabung?"
"Tentu saja boleh!"
Kemudian dia tiba-tiba mendorongku masuk kedalam ruangan klub.
Sejenak kulihat ruangan klub tersebut begitu rapih serta didominasi dengan benda-benda berwarna ungu.
Aku disuruhnya duduk sementara ia tengah membuat minuman buatku.
"Ini Shi-kun" ucapnya sembari menawarkan secangkir teh buatku.
"Terimakasih Hiruma-san"
Kemudian aku mulai mengisi formulir pendaftaran klub kolom demi kolom, dan saat itu juga aku sudah resmi menjadi anggota klub Ikatan.
Ditengah-tengah saat aku sedang mengisi formulir, tiba-tiba pintu ruangan klub terbuka.
Dan saat kulihat, ternyata yang membukanya adalah seorang perempuan.
Rambut berwarna ungu terurai, dengan kulit putih dan wajah yang manis, sekilas aku seperti pernah bertemu denganya.
"Sato, selamat sore!"
"Oh kanna ya, kau lama sekali."
"Maaf ya, tadi aku sedang mengerjakan tugas terlebih dahulu"
"Menjadi perwakilan kelas itu merepotkan ya~"
"Begitulah"
Kemudian perempuan itu tiba-tiba menatapku.
"Hei Sato, dia siapa?"
"Dia?, dia Shi-kun, dia mendaftar keklub ini lho"
"Eh~, salam kenal ya, namaku Miyuki kanna"
"Salam kenal juga, namaku Shirozuki takuya"
"Shirozuki-kun ya?"
"Ya"
"Anu, Hiruma-san?"
"Ya Shi-chan, ada apa?"
"Aku mau tanya kegiatan klub ini apa saja ya?"
"Membantu orang lain lho"
"Membantu orang lain? Bagaimana?"
Lalu kemudian Miyuki-san malah menjawab pertanyaanku tadi.
"Kau tahu kotak keluhan di depan gerbang?"
"Yang berwarna hijau itu?" Ucapku sembari menunjuk kotak tersebut yang kebetulan terlihat dari jendela ruangan klub
.
"Ya itu!, itu kotak keluhan milik klub ikatan, setiap para siswa memiliki masalah, mereka selalu mengirimkam surat permintaan bantuan, dan sebisa mungkin kami, klub ikatan akan berusaha membantunya."
"Jadi begitu, ngomong-ngomong anggota klub lainya sedang kemana?"
"Ah itu, tidak ada lagi lho cuma kita bertiga doang" jawab Hiruma-san sambil tersenyum
"Eh, cuma kita bertiga? Bukankah klub harus memiliki minimal 4 anggota?!"
"Kalau itu mungkin karena kami diperlakukan khusus."
"Khusus?"
"Ya begitulah, baiklah karena hari ini adalah hari yang spesial jadi kita akhiri saja kegiatan klub hari ini"
"Ya" jawab kami bertiga sembari mengangkat kedua tangan kami.
Lalu setelahnya aku pulang kerumah dan melakukan kegiatan seperti biasanya, namun saat itu aku belum menyadari kalau masuk keklub ikatan adalah sebuah kesalahan besar, sebuah kesalah yang seharusnya jangan pernah kulakukan.
To be continued......
Terimakasih telah berkunjung ke Linovel Id.
Kunjungi terus www.Linovel-id.blogspot.com untuk mendapatkan update terbaru dari kami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar