Jumat, 18 November 2016

HimiGakusei Chapter 04 - Dia dan juga teman masa kecilnya







Type : Light novel

Judul : HimiGakusei

Chapter :04

Tittle : Dia dan juga teman masa kecilnya

Genre(s) : School, Romance, Drama, Comedy, Supernatural

Author : Eka anggadara

Written on :08 - November - 2016


*****

 

  "Anu...senpai, ini sudah hampir masuk loh, apa tidak apa-apa kau berjalan sepelan itu?"

 "Tidak papa"

 Aku sedikit terkejut setelah mendengar jawabanya, apalagi ia menjawanya dengan ekspresi wajah yang sangat datar.

 "Apa kau yakin?, sekarang yang bertugas mengabsensi itu Chinatsu akane loh"

 "Ya" jawabnya dengan ekspresi datar lagi.

 Entah apa yang terjadi padaku waktu itu, aku malah mengikuti langkah kakinya dibandingkan melanjutkan lari.

 Aku berjalan tepat dibelakangnya, sesekali aku melihatnya berjalan sempoyongan bahkan hampir saja menabrak tiang, apa dia sedang mengantuk?.

 jalanya begitu pelan, langkah kakinya bahkan hanya  melangkah dengan jarak yang sedikit demi sedikit.

 Kami terus berjalan kaki dengan tempo seperti itu, dan kami memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di sekolah.

 Ketika kami sampai disekolah, disitu aku melihat seorang siswi perempuan berambut merah pendek dengan gaya rambut twintail sedang menunggu di depan gerbang.

 Dari kejauhan aku sudah tau siapa yang sedang berdiri di depan gerbang itu, ketika sudah sampai, benar seperti perkiraanku kalau siswa itu adalah Chinatsu akane-senpai.

 "Kau lagi-lagi terlambat ya Asami-san?!"

 "Oh Akane selamat pagi"

 "Akane?! Kenapa kau memang---- lupakan tentang itu, kenapa kau lagi-lagi terlambat?!, apa kau tau kalau kau terus terlambat seperti ini kau bisa-bisa tidak naik kelas"

 "Aku tau"

 "Apa maksudmu? Apa kau benar-benar tidak masalah dengan itu?"

 "Ya" jawabnya sambil melewati Chinatsu-senpai seakan-akan ia mengabaikan perkataanya.

 "KAU BODOH KYOUKO!" Bentak Chinatsu-senpai yang pada saat itu sangat marah.

 Hal itu membuat Perempuan bernama Asami itu terdiam sejenak, sekaligus membuatku begitu terkejut akan hal itu.

 Aku saat itu bahkan tidak tau mengapa Chinatsu-senpai sampai bisa semarah itu, yang jelas saat itu aku melihat matanya yang berkaca-kaca.

 "Anu, kau tidak apa-apa Senpai?"

 "Apa? Kau siapa?" Tanyanya sembari mengusap matanya dengan tangan.

 "Aku Shirozuki takuya dari kelas 1-2"

 "Apa yang kau lakukan disini?"

 "Aku terlambat, maaf"

 "Begitu, ini surat keterlambatanmu" ucapnya sembari memberi secarik kertas.

 "Ya, terimakasih"

 Kemudian aku masuk kekelas, namun pada saat itu aku menyadari kalau perilakunya saat berbicara dengan Asami-senpai dan Aku sangat berbeda jauh, seakan-akan ada sebuah tali yang mengikat mereka berdua.

----------------------------------------------------------------------
CHAPTER 04 : DIA DAN JUGA TEMAN MASA KECILNYA
----------------------------------------------------------------------

 
 Aku berjalan melewati lorong satu ke lorong lainya, namun ini baru pertama kalinya aku melihat lorong sekolah yang begitu sepi.

 Aku sampai didepan kelasku, dari luar itu aku sudah tau kalau Fujiwara-sensei sudah ada ditempatnya.

 Aku sangat gugup untuk masuk kekelas, namun akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka pintu ruang kelas itu.

 Saat kubuka, aku merasa sangat malu karena semua mata yang ada di ruang kelas itu tiba-tiba menatapku dengan seksama, hal itu seakan-akan aku adalah seorang badut yang sedang berada di tengah pertunjukan.

 "Shirozuki-kun, kenapa kau terlambat?" Tanya Fujiwara-sensei.

 "M-Maaf sensei aku ketiduran" jelasku sambil memberikan surat keterlambatanku.

 "Begitu, baiklah kembali ke tempat dudukmu".

 "Y-Ya"

 Aku berjalan menuju tempat duduku, namun saat itu aku menyadari kalau orang-orang sedang membicaranku, aku mendengar kata seperti "kenapa dia terlambat ya?" "Eh, Shirozuki-kun itu sangat pemalu ya?" "Dasar cupu hihihi..".

 Mereka mungkin tidak tau kalau aku mendengar semua perkataan mereka, namun tiba-tiba terdengar suara lain dari semua suara sindiran itu, dan suara itu berkata.......

 "Selamat pagi Shirozuki-kun"

 Saat kutengok, orang yang mengucapkan salam itu adalah Akihiro tetsu, Akihiro-san memang adalah orang yang paling dekat dan paling sering berbicara denganku dibandingkan orang-orang lain yang ada diruangan ini.

 "P-Pagi Akihiro-san" jawabku.

 Kemudian aku duduk di tempat duduku, sementara Fujiwara-sensei melanjutkan pembelajaran hari ini.

 Tidak ada kejadian penting dalam selang waktu pembelajaran tersebut, sehingga tanpa aku sadari kalau sudah waktunya untuk istirahat makan siang.

 Serentak orang-orang itu mulai membentuk kelompok makan siangnya, sedangkan aku sendirian pergi keluar kelas menuju ruang klub.

 Saat aku hendak keluar dari ruang kelas tiba-tiba terdengar suara dari belakang tubuhku.

 "Shirozuki-kun kau mau makan siang bersama kami?"

 "K-kau berbicara denganku?" Ucapku yang menjawab ajakan makan siang dari Akihiro tetsu-kun.

 "Ya, jadi apa kau mau?"

 "Aku...Ak----"

 "Apa yang sedang kau lakukan Tetsu".

 Tiba-tiba terdengar suara dari orang lain, dan saat kulihat suara itu berasal dari dua orang yang tidak ku kenal, namun nampaknya mereka adalah teman-teman Akihiro-san, aku berpikir seperti itu karena mereka memanggil Akihiro-san menggunakan nama depanya.

 "Aku? Oh aku sedang mengajak Shirozuki-kun untuk makan siang bersama kita".

 "Apa kau yakin?" Ucap salah satu temannya.

 "Ya, memangnya kenapa?"

 "Maksudku bukankah kelompok makan kita sudah cukup untuk 3 orang"

 "Ayolah tambah satu orang lagi bukan masalah kan?"

 "Tidak itu tidak boleh"

 "Tapi....."

 "Maaf, Akihiro-san sepertinya untuk hari ini aku tidak bisa makan siang bersama kalian".

 "Eh, kenapa?"

 "Itu, aku baru ingat kalau ada hal lain yang harus kukerjakan"

 "Begitu, sayang sekali ya, kalau begitu lain kali saja ya Shirozuki-kun".

 "Y-ya maaf"

 Kemudian aku meninggalkan kelas sendirian, walaupun teman-teman Akihiro-san berkata kalau kelompok makan siangnya sudah penuh namun aku tau kalau alasan sebenarnya mereka menolaku adalah karena mereka tidak ingin makan siang bersamaku, jadi tidak ada alasan bagiku untuk menerima ajakan makan siang dari Akihiro-san tersebut.

 Saat aku ditengah perjalanan menuju ruang klub, aku tanpa sengaja melihat Chinatsu-senpai sedang mengintip sesuatu di toilet perempuan.

 "Anu senpai sedang apa kau disini?"

 Awalnya aku hanya berniat untuk menyapanya saja, namun hal itu malah membuatnya terkejut sehingga membuat tumpukan kertas yang sedang dipegangnya malah jatuh berserakan kebawah.

 "AHHH!!, Apa yang kau lakukan bodoh"

 "Maaf senpai, barusan aku tidak sengaja"

 "Bagaimana ini, padahal aku sudah susah payah mengurutkan nama-nama siswa yang terlambat dibulan ini"

 "Aku benar-benar minta maaf".

 "KAU!, kau harus bertanggung jawab untuk ini, ikut aku keruang osis".

 "Eh, tapi aku belum memakan makan siangku".

 "Jangan pakai alasan, pokoknya kau harus membantuku mengurutkan kembali nama-nama ini dari awal".

 "Tapi...."

 Tiba-tiba ia menarik tanganku dengan erat, dan dibawanya aku keruang osis dengan paksa.

 Sampai diruang osis, disitu aku melihat banyak sekali dokumen-dokumen yang terlihat penting yang disimpan secara rapih diberbagai sudut ruangan tersebut.

 "Kenapa disini sangat sepi, dimana anggota lainya".

 "Ketua osis dan anggota osis lainya sedang melakukan rapat disekolah lain".

 "Eh serius?"

 "Ya"

 "Tapi kenapa kau tidak ikut".

 "Apa kau bodoh?, hari ini kan yang bertugas mengabsensi aku, jadi aku tidak bisa ikut".

 "Begitu ya?".

 "Begitulah, pokoknya ini urutkanlah!" Ucap Chinatsu-senpai sembari memberikanku beberapa kertas dari nama-nama murid yang harus kuurutkan.

 "Ya, baiklah"

 Ketika aku mengurutkanya, betapa terkejutnya aku karena hampir seluruh dari semua kertas-kertas itu tertulis nama Asami kyouko-senpai dan Hiruma sato-san.

 Waktu sudah berlalu cukup lama, perutku bahkan sudang seringkali berbunyi karena merasa lapar, namun saat kulihat Chinatsu-senpai ia sedang melihat fokus kearah secarik kertas sambil melamun akan sesuatu.

 Saat kulihat lebih dekat, disitu tertulis sebuah nama bertuliskan Asami kyouko.

 "Kau benar-benar memperhatikan Asami-senpai ya, Chinatsu-senpai".

 "Apa maksudmu?"

 "Ayolah kau tidak usah menyembunyikanya lagi dariku, aku sudah tau kok kalau kau itu perduli dengan Asami-senpai".

 "Kau aneh, aku tidak mengerti maksudmu"

 "Ma, kau itu ternyata mempunyai sikap pemalu juga ya, maksudku apa menurutmu aku tidak tau kalau kau sangat memperdulikan Asami-senpai setelah aku melihatmu kalau kau bisa begitu marah ketika Asami-senpai terlambat berangkat sekolah pagj tadi, dan setelah aku melihatmu terus-menerus memandangi sebuah kertas bertuliskan Asami Kyouko itu"

 "Begitu, jadi kau menyadarinya?".

 "Ya, menurutku semua orang juga pasti akan tau jika berada diposisiku, jadi ada hubungan apa kau dengan Asami-senpai?".

 "Sepertinya aku sudah tidak perlu lagi menyembunyikanya darimu, sebenarnya dulu aku dan Kyouko itu adalah teman masa kecil".

 "Eh, serius?!"

 "Ya, tapi sejak kami naik kekelas tiga, dia sangat berbeda dengan Kyouko sewaktu kecil, kini aku dan dia jadi jarang bicara dan dia juga selalu terlambat masuk sekolah".

 "Kalau dilihat benar juga, jadi apa kau tau penyebab Asami-senpai berubah?"

 "Tidak, makanya hari ini aku mengikutinya terus"

 "Tunggu, jangan-jangan ditoilet tadi kau sedang mengintip Asami-senpai?"

 "Y-ya begitulah"

 "Itu tindak kejahatan lho".

 "Aku tau!, tapi mau bagaimana lagi, ini demi mencari tau alasan Kyouko berubah".

 "Begitu".

 Ketika kami membicarakan hal tersebut tiba-tiba bel masuk berbunyi, jadi kami melanjutkan pekerjaan kami.

 "Ini Chinatsu-senpai". Ucapku sembari menyerahkan kertas-kertas dari nama murid yang sudah kuurutkan berdasarkan nama.

 "Baik, terimakasih anu..."

 "Shirozuki takuya, itu namaku"

 "Ya, terimakasih Shirozuki-kun"

 "Tidak lagipula ini kesalahanku, kalau begitu aku pamit kembali kekelas ya Chinatsu-senpai".

 "Tunggu Shorozuki-kun"

 "Ada apa?"

 "Bisakah kau merahasiakan semua yang kukatakan tadi?"

 "Baiklah, kalo begitu sampai nanti"

 "Ya, sampai nanti".

 Kemudian aku kembali kekelas, dan begitulah, akhirnya aku tidak maemakan makananku serta tidak keruang klub pas istirahat makan siang tadi.

 "Shirozuki-kun.... Shirozuki-kun...."

 Tiba-tiba sebuah suara terdengar ditelingaku, saat kulihat itu adalah Fujiwara-sensei yang nemanggilku.

 "Ada apa sensei?"

 "Tidak, aku hanya membangunkanmu karena sekarang sudah sore"

 "Eh?!, jangan-jangan aku tertidur dikelas?"

 "Ya"

 "Kenapa kau tidak segera membangunkanku sensei?"

 "Itu karena kau menunjukan ekspresi yang sangat nyaman, jadi aku tidak tega membangunkanmu"

 "Tidak mungkin, apa orang lain juga melihatku?"

 "Tidak, hanya sensei dan Akihiro-san saja yang melihatnya"

 "Begitu, yah aku tau kalau orang-orang tidak akan menyadariku walaupun aku menghilang dari dunia ini".

 "Kau tidak boleh berkata seperti itu, Shirozuki-kun. Sensei yakin jika kau lebih membuka diri kepada orang lain, dengan sendirinya orang-orang pasti akan mulai memperhatikanmu."

 "Ya, terimakasih" jawabku murung.

 "Oh iya, apa kau tidak mau pulang?, sekarang sudah mulai gelap lho".

 "Benar juga, kalau begitu aku pulang ya sensei!" Ucapku sembari berjalan menuju pintu kelas.

 "Ya"

Karena hari sudah gelap, aku memutuskan untuk pergi kestasiun, dan pulang dengan menaiki kereta.

 Aku duduk dibangku yang dekat dengan jendela, aku melakukanya semata-mata agar dapat menikmati peristiwa ketika matahari sedang dimakan oleh gelapnya malam.

 Angin yang sepoi-sepoi berhembus dari luar, apalagi ditambah dengan tempat duduk yang empuk membuat aku tertidur tanpa kusadari.

 Pukul setengah tujuh aku sudah sampai didepan rumahku, saat kubuka pintu, yang kulihat adalah hal-hal yang sama yaitu sebuah ruangan gelap tanpa ada seorangpun yang sedang menungguku dirumah.

 Kunyalakan semua lampu-lampu di sekitar rumahku, kemudian aku memasak air untuk menndidihkan mie instan yang kubeli ditoko.

Saat kumakan helai demi helai mie instan itu, Aku lagi-lagi menemukan Sebuah rasa yang sama seperti hari kemarin.

Setelah makan aku selanjutnya memanaskan air untuk mandi, saat ku rendamkan tubuhku, aku seperti tenggelam di sebuah air yang memberikan rasa kenyamanan.

 Ketika itu aku menikmati sebuah kenyamanan setelah lelah menjalani aktivitasku, dan saat itu juga aku belum menyadari kalau besok merupakan sebuah hari yang sangat berat bagiku dan juga bagi klub ikatan.

》》To be continued《《

 Terimakasih telah berkunjung ke Linovel, kunjungi terus www.linovel-id.blogspot.com untuk mendapatkan novel-novel terbaru buatan kami.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar