Jumat, 18 November 2016

HimiGakusei Chapter 05 - Menjadi lebih dekat








Type : Light novel

Judul : HimiGakusei

Chapter : 05

Tittle : Menjadi lebih dekat

Genre(s) : School, Romance, Drama, Comedy, Supernatural

Author : Eka anggadara

Written on :14 - November - 2016


*****

 

 "Seperti yang kita ketahui kalau tahun kemarin pendaftaran di universitas karakura meningkat drastis, kira-kira apa yang akan dilakukan pihak sekolah untuk menanggapi peristiwa ini, Ohzuki-sensei?".

 "Yah kami akan memperketat persyaratan untuk memasuki sekolah ini?"

 "Kalau boleh tau persyaratan apa yang diperketat itu, Ohzuki-sensei?".

 "Ehm...kami hanya menerima murid yang berprestasi".

 "Jadi, walaupun IQ murid tersebut besar namun tidak berprestasi, pihak sekolah tidak akan menerimanya?, apakah benar seperti itu, Ohzuki-sensei?"

 "Ya, dan juga semakin banyaknya mahasiswa yang bergabung tahun ini, itu menandakan bahwa kami harus memperbaiki infrastruktur di universitas kami, jadi mungkin biaya yang harus dibayar oleh mahasiswa baru akan diperbesar".

 "Begitu ya, apa anda yakin kalau perubahan ini akan memperkecil siswa yang mendaftar di universitas Karakura?".

 "Ya, aku yakin".

 "Kau ternyata sangat percaya diri ya, Ohzuki-sensei, baikah pemirsa kami akan melanjutkan obrolan kami dengan kepala Universitas Karakura, ohzuki-sensei. Tetapi setelah anda menyaksikan beberapa pesan berikut ini".

 "Kenapa kau menonton acara itu?".

 "Apa maksudmu?".

 "Kita kan tidak mungkin bisa masuk ke universitas Karakura".

 "Jadi?".

 "Jadi tidak ada gunanya menonton acara ini".

 "Dengar ya Nanase, Aku menonton acara obrolan ini, semata-mata
Agar aku tidak ketinggalan informasi dari teman-temanku". Jelasku sambil terpaksa menghentikan makanku.

 "Tunggu!, kau tadi bilang teman?".

 "Ehm, memangnya kenapa?" Ucapku sembari menganggukan kepalaku.

 "Eh, jadi kau sudah punya teman?"

 "T-Tentu saja punya B-Bodoh!"

 "Siapa itu?".

 "Pokoknya ada!, omong-omong kenapa kau kesini?" Ucapku yang berusaha untuk mengalihkan obrolan.

 "Memangnya kenapa?, apa aku tidak boleh kesini?'

 "Bukan itu, maksudku ini kan masih pagi".

 "Oh itu maksudmu?"

 "Ya, kenapa kau kesini?".

 "Aku hanya ingin membuatkanmu sarapan, lagipula ayah dan ibuku sedang pergi bekerja".

 "Orang tuamu belum pulang juga?"

 "Ya"

 "Pasti sulit ya menjadi anak dari seorang ilmuwan".

 "Kau jangan bersikap sok kuat begitu, aku masih mending jika dibandingkan dengan orang tuamu yang baru pulang setelah 3 bulan bekerja".

 "Kau benar juga" ucapku sambil murung.

 "Omong-omong takuya"

 "Apa?"

 "Kapan kau berangkat sekolah, lihat sekarang sudah hampir pukul 08.30" ucap Nanase sambil menunjuk jam tanganya.

 "Gawat!, kenapa kau baru bilang sekarang?!, aku berangkat dulu ya Nanase".

 "Ya, hati-hati dijalan".

-----------------------------------------------
CHAPTER 05 : MENJADI LEBIH DEKAT
-----------------------------------------------

 Kemudian aku buru-buru menuju sekolah dengan berlari, namun anehnya suasana lingkungan hari ini lebih gelap dari biasanya.

 Aku sampai disekolah, dan ketika kubuka pintu kelasku, disitu aku hanya melihat seorang siswa.

 Rambutnya hitam dan pendek, memakai gelang merah ditanganya, serta memiliki ukuran tubuh yang cukup tinggi.

 Saat kudekati ternyata dia adalah Akihiro tetsu, saat itu aku ingin menyapanya tetapi aku terlalu gugup untuk mengatakanya.

 Akhirnya aku memutuskan hanya melewatinya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

 Aku duduk dibangkuku yang saat itu entah kenapa terasa sangat dingin, kemudian aku melihat keluar jendela sambil manunggu jam pertama dimulai.

 Saat aku sedang melihat kawanan burung diluar, tiba-tiba Akihiro-san memulai pembicaraan denganku.

 "Kau kejam sekali ya, Shirozuki-kun" ucapnya sambil sedikit tersenyum.

 "A-Apa maksudmu?".

 "Aku dari tadi menunggu sapaan darimu lho, tapi kau malah mengabaikanku bahkan kau tidak melihat wajahku sama sekali".

 "B-Begitukah?, maaf kalau aku tidak menyapamu, tapi aku bukanya tidak ingin melihat wajahmu, hanya saja aku melihat pemandangan yang menenangkan di luar sana, pokoknya Aku minta maaf!"

 "Baiklah, lagipula aku tidak terlalu memikirkanya, kalau begitu selamat pagi Shirozuki-kun".

 "P-Pagi juga, akihiro-san".

 "Ya, ngomong-ngomong hari ini kau berangkat pagi sekali, memangnya ada apa?"

 "Pagi?, bukankah sekarang sudah jam setengah delapan?".

 "Setengah delapan?, lihatlah jam itu" ucapnya sembari menunjuk sebuah jam dinding yang terpasang di depan ruangan kelas.

 "Eh!, jam setengah tujuh?!"

 "Ya, sekarang masih jam setengah tujuh".

 "Sial, aku dibohongi oleh Nanase".

 "Nanase?, Apa dia pacarmu?".

 "Tentu saja bukan kan, Nanase itu teman masa kecilku".

 "Begitukah?, kau memang terlihat mudah sekali untuk di bohongi, Shirozuki-kun?".

 "Apa itu sebuah sindiran?".

 "Hahaha, maaf"

 "Heh, oh iya kenapa kau berangkat sekolah pagi hari begini?".

 "Aku?, ah itu karena aku mengikuti klub, jadi aku harus berangkat lebih pagi untuk latihan".

 "Begitukah?, kalau boleh tau kau mengikuti klub apa?"

 "Klub basket, apa kau ingin bergabung juga?".

 "Itu tidak mungkin".

 "Kenapa? Apa karena kau tidak pandai bermain bola basket".

 "Bukan itu, aku sudah mengikuti sebuah klub".

 "Benarkah?, kau ikut klub apa?"

 "Klub ikatan".

 "Klub ikatan?, itu terdengar asing bagiku".

 "Wajar saja begitu, klubku itu memang tidak terlalu terkenal di kalangan para siswa, namu sepertinya aku merasa nyaman di klubku itu".

 "Begitu"ucapnya.

 "Tetsu, apa yang sedang kau lakukan, cepat kita berlatih"

 Tiba-tiba pintu ruangan kelas terbuka, dan muncul 2 orang sambil mengenakan sebuah seragam basket.

 "Ah kalian, apa semuanya sudah datang?"

 "Ya, tinggal kau saja yang belum"

 "Begitu, baiklah aku akan menyusul sebentar lagi"

 "Sebaiknya kau cepat Tetsu, kau tau kan jika membuat pelatih marah"

 "Ya,ya".

 Kemudian kedua orang itu pergi menuju lapangan basket, sedangkan Akihiro-san sedang mengganti pakaian seragamnya dengan baju tim basketnya yang berwarna hitam.

 "Kau mau menonton?" Ajaknya.

 "Tidak, aku disini saja".

 "Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya".

 "Ya".

 Kemudian ia juga pergi meninggalkan ruangan kelasku menuju kelapangan basket, sementara aku masih sendiri didalam kelas dan melanjutkan melihat sekawanan burung diluar.

 Saat sedang melihat keluar, aku baru sadar kalau kini aku sudah semakin dekat dengan Akihiro-san.

*****

 "Apa yang sedang kau lakukan?" Tanyaku kepada hiruma-san yang pada saat itu sedang meminum kopi menggunakan piring.

 "Ini?, aku sedang minum kopi".

 "Aku tau itu, maksudku kenapa kau meminum kopi menggunakan piring?".

 "Itu karena kita tidak memiliki gelas".

 "Tunggu, bukankah kita memiliki 5 buah gelas?".

 "Semuanya sudah pecah". Ucap Miyuki-san yang saat itu tiba-tiba datang.

 "Pecah?"

 "Ya, Sato yang memecahkan semua gelasnya kemarin".

 "Apa?!, kenapa?"

 "Aku tidak sengaja, maaf ya Shi-kun tehe"

 "Tidak ada kata maaf bagimu".

 "Seram,,,,, seram,,,,mukamu seram sekali Shi-kun".

 "Bagaimana ini, kalau tidak ada gelas yang tersisa bagaimana cara kita minum".

 "Itu mudah!"

 "Caranya?"

 "Kita beli saja gelas yang baru".

 "Bicara memang mudah, masalahnya semua uang anggaran klub sudah habis terpakai".

 "Kalau begitu kita minum menggunakan piring saja!" Usul Hiruma-san.

 "MATI SANA!" bentaku dan Miyuki-san.

 "Jangan begitu dong, lagipula ini bukan semuanya salahku".

 "Maksudmu?".

 "Maksudku andai saja kemarin kau masuk klub, kejadian ini pasti tidak akan terjadi".

 "Tunggu!, jangan-jangan kau menyalahkanku?".

 "Ya" ucapnya tanpa ragu.

 Mendengar itu malah membuatku semakin kesal saja, namun aku berusaha untuk menenangkan diri, karena jika tidak pasti obrolan ini tidak akan ada habis-habisnya.

 "Ngomong-ngomong kenapa kemarin kau tidak kesini?" Tanya Miyuki-san.

 "Kemarin aku sangat sibuk".

 "Sibuk?, jangan-jangan kau kemarin berkencan dengan pacarmu" kali ini giliran Hiruma-san.

 "Tentu saja tidak".

 "Lalu kau kemana?".

 "Aku membantu Chinatsu Akane-senpai untuk mengurutkan nama anak siswa yang datang terlambat".

 "Chinatsu akane? Siapa dia?". Tanya Hiruma-san

 "Kau tidak tau Chinatsu Akane-senpai?" Tanya balik dari Miyuki-san.

 "Ya, siapa dia?"

 "Dengar ya Sato, Chinatsu-senpai itu adalah siswa dengan IQ tertinggi di sekolah ini, ditambah lagi dia adalah salah satu anggota osis, dan kabarnya ia akan masuk ke akademi Karakura".

 "Wah dia orang besar, tapi Shi-kun?".

 "Apa?".

 "Kenapa kau yang membantunya?"

 "Kalau itu karena kemarin aku melakukan hal yang tidak sengaja kulakukan padanya".

 "Apa itu? Mungkinkah kau tidak sengaja melihat celana dalamnya?".

 "Tentu saja bukan!, pokoknya secara garis besar itulah yang membuatku tidak bisa menghadiri kegiatan klub kemarin".

 "Ya,ya~".

 "Hei bagaimana kalau kita melakukan ini?" Tanya Miyuki-san sembari memperlihatkan sebuah selebaran kertas.

 "Apa ini? Bantuan membersihkan sekolah lama?" Tanyaku.

 "Ya, kurasa ini bisa memberikan kita penghasilan tambahan, jadi bagaimana?"ucap Miyuki-san

 "Ini bagus, bayaranya juga cukup banyak, tapi miyuki-san bukankah tempat ini terlalu jauh?".

 "Tenang saja, kegiatan ini dilakukan di hari minggu, jadi kita bisa kesana menggunakan kereta"

 "Benar juga, jadi bagaimana Shi-kun?"

 "Ya baiklah kurasa ini perlu dicoba"

 "Jadi kita semua setuju?"

 "Ya"

 "Tentu"

 "Oke, besok jam 7  pagi kita akan kesana".

 "Tunggu Hiruma-san!"

 "Ada apa Shi-kun?".

 "Kita berangkat besok pagi kan?"

 "Ya, memangnya kenapa?".

 "Aku ingin tanya, bagaimana cara kita bertemu?".

 "Kau benar juga, ehm dimana ya? Apa kau punya ide Kanna?"

 "Bagaimana kalau kita bertemu di Bioskop Expert?"

 "Itu cukup bagus, lagipula tempat itu juga cukup dekat dengan Stasiun" ucapku.

 "Jadi kita akan bertemu disana? Baiklah, jangan sampai terlambat ya!"

"Ya, pasti".

 Dan begitulah kegiatan klub hari itu, setelah itu aku pulang duluan, sedangkan Hiruma-san serta Miyuki-san pulang agak sedikit terlambat karena mereka disuruh guru untuk membantu mengantarkan dokumen kekantor.

 Langit yang berwarna orange itu menghiasiku saat aku tengah berjalan kerumah.

 Saat sedang berjalan pulang aku baru menyadari kalau ada sesuatu yang aku lupakan disekolah, jadi aku memutuskan untuk berbalik dan kembali ke kelas.

 Saat sampai di kelas, aku langsung memeriksa laci mejaku dan untung saja aku berhasil menemukan bukuku yang tertinggal.

 Kemudian aku keluar kelas dan bersiap untuk pulang, namun saat aku sedang berjalan tiba-tiba aku melihat Hiruma-san sedang berdiri di depan loker milik Miyuki-san.

 Saat itu yang ada di pikiranku adalah, sedang apa dia berdiri di depan loker milik Miyuki-san?.

 Karena penasaran akhirnya aku berusaha mendekatinya, dan saat itu aku melihat Hiruma-san sedang membuang sebuah surat berwarna merah muda yang dia ambil dari dalam loker Miyuki-san.

 "Kau sedang apa Hiruma-san?"

 "Ah Shi-kun, kupikir kau sudah pulang".

 "Ya, aku memang sudah pulang, tapi tiba-tiba aku teringat kalau bukuku tertinggal di kelas jadi aku memutuskan untuk mengambilnya"

 "Lalu kau sudah temukan bukumu?".

 "Ya, jadi sedang apa kau disini?".

 "Aku?, aku sedang mengganti sepatu indoor-ku dengan sepatu outdoor-ku".

 "Benarkah?".

 "Tentu, kau bisa melihatnya sendiri kan?"

 "Ya benar juga".

 Walaupun aku berkata demikian, tapi sebenarnya aku sudah tau kalau Hiruma-san sedang berbohong, namun karena sepertinya dia sedang berusaha untuk menyembunyikan kebohonganya, akhirnya aku memutuskan untuk tidak memberitahunya.

 "Oh iya dimana Miyuki-san?"

 "Kalau kau mencari kanna dia sudah pulang duluan?".

 "Begitu"

 "Jadi bagaimana kalau sekarang kita pulang bersama?"

 "Ayo"

 Dan akhirnya aku pulang bersama Hiruma-san, namun sebenarmya saat itu aku terus memikirkan surat apa yang tadi dibuang Hiruma-san.

 Aku juga sempat beranggapan kalau surat itu adalah surat cinta, namun jika itu benar-benar sebuah surat cinta, kenapa Hiruma-san membuangnya?.

 》》To be continued《《

 Terimakasih telah berkunjung ke Linovel Id, kunjungi terus wwe.Linovel-ID.blogspot.com untuk mendapatkan update novel terbaru dari kami.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar