Kamis, 09 Maret 2017

I'll chapter 04 - Linovel

Type : Light novel

Judul : I'll

Chapter : 04

Genre(s) : Drama, School

Author : 7E°

 Date : 20-Februari-2017

 

---》》Linovel ID《《---





 Ketika malam datang, aku merasakan sebuah perasaan sedih yang menyelimuti.


 Saat garis-garis bergelombang sudah sepenuhnya menjadi satu garis lurus, saat itulah seorang wanita berbaju putih memeluku dengan erat.


 Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi, yang aku pahami hanyalah orang-orang berbaju putih itu terus saja memeluku dengan air matanya yang menetes.



 》》CHAPTER 04《《




 Aku terperangah melihat besarnya rumah yang ada dihadapanku, apa benar ini rumah Hozuki-san?.


 Saat aku masih dalam keadaan kebingungan, tiba-tiba orang yang bernama Ryouchi itu kembali menghampiriku.


 "Aika-sama, kenapa kau diam saja disitu? Cepatlah masuk kedalam rumah".


 "Y-Ya".


 Ternyata dugaanku benar kalau rumah ini adalah rumah milik Hozuki-san.


 Saat aku baru membuka pintu rumah tersebut, tiba-tiba saja suara orang-orang yang berjas hitam kembali menyambut kami.


 "Selamat datang! Hozuki-sama, Aika-sama"


 Aku terkejut bukan main karena suara yang dihasilkan mereka sangat keras.


 Kami pun kembali berjalan dengan melewati orang-orang yang berbaris rapih tersebut.


 Karena rumahnya yang sangat luas, akhirnya kami pun memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di ruang tamu, namun aku kembali terkejut ketika melihat sekeliling ruang tamu yang menurutku sangat mewah tersebut.


 Tv yang sangat besar, kursi-kursi berwarna emas, serta lampu yang dihiasi berlian tersusun sangat rapih diruang tamu milik Hozuki-san.


 "Bagaimana menurutmu, Aika-chan?" Ucap Hozuki-san.


 "Bagaimana? Ehm bagaimana ya.........menurutku rumahmu sangat mewah".


 "Syukurlah kalau kau suka, oh iya bagaimana kalau kau dan Ryouchi-kun berkeliling melihat sekitar rumah".


 "Eh....Ber-Berdua?" Tanyaku terkejut.


 "Ya, apa kau tidak mau?"


 "Bukan begitu....hanya saja....".


 "Kau malu?" Ledek Hozuki-san.


 "Tentu saja tidak!, hanya saja badanku terasa sangat lengket, jadi kupikir aku akan mandi terlebih dahulu".


 "Oh benar juga, kalau begitu ryouchi-kun, tolong antar Aika-chan kekamar mandi".


 "Baiklah Hozuki-sama, mari lewat sini Aika-sama"


 "Eh....diantar?!"


 "Ya, atau kau mau sendirian kekamar mandinya?" Ucap Hozuki-san.


 Aku sangat tahu kalau saat itu Hozuki-san sedang mempermainkanku, dia memanfaatkan keadaanku yang tidak tahu arah kekamar mandinya, hal itu semata-mata hanya ingin membuatku malu.


 "Baiklah aku ikut" ucapku dengan terpaksa.


 Lalu Ryouchi pun mengantarku kekamar mandi, sementara itu aku berjalan dibelakangnya.


 Ketika sampai di kamar mandi, aku melihat sebuah bak yang sangat besar dan juga sebuah shower di sampingnya.


 Aku pun masuk kekamar mandi, sedangkan Ryouchi-kun tengah menungguku diluar.


 Kesan yang aku dapatkan tentang kamar mandi ini yaitu bersih dan sangat wangi ketika pertama kali memasukinya.


 Setelah selesai mandi aku pun diantar kekamarku oleh Ryouchi-kun.


 Saat masuk kedalam kamarku, aku mendapati sebuah ruangan yang sangat luas serta kasur yang cukup besar tengah terletak didalamnya.


 Aku pun disambut kembali oleh para pelayan Hozuki-san, namun kali ini bukan pelayan lelaki, melainkan 2 pelayan perempuan.


 "Anda sudah selesai mandi, Aika-sama?".


 "Y-ya"


 "Kalau begitu kami akan memakaikan anda baju yang telah Hozuki-sama siapkan".


 "Eh?... memakaikanku baju?" Tanyaku terkejut.


 "Ya, anda tidak usah khawatir, Michiru dan aku sudah terlatih kok" ucap pelayan berambut coklat.


 "Benar kata Chinatsu, jadi tenang saja" balas pelayan berambut hitam.


 "Bukan itu masalahnya.....".


 Dengan terpaksa aku pun rela dipakaikan baju oleh mereka, namun aku begitu terkejut karena ternyata baju yang kupakai adalah baju...............


 ..........Mahou shoujo.


 "Anu.....kenapa aku memakai baju yang aneh begini?"


 Meskipun aku bertanya pada mereka, namun tidak ada satupun yang menjawabnya, orang bernama Chinatsu itu hanya terdiam dengan muka merah tomatnya dan hidung yang mimisan, sedangkan yang bernama Michiru tengah asik memotret setiap lekukan tubuhku, mulai saai itulah aku mengetahui kalau pelayan-pelayan perempuan ini memiliki sifat yang aneh.


 Karena tidak ada satupun yang menyahut pertanyaanku, aku pun memutuskan untuk bertanya langsung pada Hozuki-san.


 "Aika-sama, anda mau kemana?!" Ucap Chinatsu.


 "Oh...aku mau ke kamar Hozuki-san".


 "Jangan!" Larang mereka berdua dengan serentak.


 "Kenapa?".


 "Karena....karena kami masih belum puas menikmati tubuh anda!"


 "Duar!" Ditutupnya pintu tersebut olehku, setelah itupun aku bergegas menemui Hozuki-san dikamarnya untuk komplain tentang hal yang terjadi saat ini.


 "Yah....dia pergi" ucap Chinatsu.


 "Itu salahmu" balas Michiru.


 "Eh...kenapa kau menyalahkanku?, ngomong-ngomong apa Aika-sama tahu dimana letak kamar Hozuki-sama?".


 "Entahlah".


 Awalnya aku memang berniat untuk bertemu dengan Hozuki-san, namun apesnya aku malah tersesat.


 Aku tersesat entah dimana, namun yang jelas aku tengah berada disebuah halaman luar yang ditumbuhi banyak bebungaan.


 "Apa ini taman ya?" Tanyaku dalam hati.


 Aku memutuskan untuk melihat sekeliling taman tersebut, sungguh sangat banyak sekali bunga-bunga yang ada ditaman tersebut, namun ada satu hal yang membuatku heran, yaitu seluruh bunga yang tumbuh ditaman tersebut, semuanya berwarna putih.


 Kenapa seluruh bunga ditaman tersebut berwarna putih? Apakah Hozuki-san sangat meyukai warna tersebut?, Pikirku.


 Ketika tengah asik melihat sekeliling, tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara yang memanggilku.


 "Aika-sama?, sedang apa anda disitu?"


 "Oh....Ryouchi, aku sedang melihat-lihat bunga disini" Jawabku.


 "Melihat bunga? Apa anda menyukai bunga?"


 "Tidak juga sih, aku awalnya mau ketempat Hozuki-san, tapi aku justru tersesat ditempat seperti ini".


 "Oh kau mau ketempat Hozuki-sama? Kalau kau mau, aku bisa mengantarmu".


 "Apa kau tidak keberatan?".


 "Anda ini bagaimana sih, tugas seorang pelayan kan memang harus membantu tuan mereka".


 "Eh?! Aku tuanmu?"


 "Ya".


 "Dengar ya Ryouchi, pertama aku bukan tuanmu, kedua aku tidak mau kau berbicara dengan formal padaku, toh kita kan seumuran, jadi lebih baik kita berbicara layaknya yang dilakukan sesama teman, oh dan juga yang terakhir aku tidak mau kau memanggil namaku dengan imbuhan '-sama', kau mengerti?".


 "Ya, Aika-sama".


 "Ryouchi.....".


 "Maaf maksudku, aku mengerti Aika-chan".


 "Ya, kurasa aku lebih menyukai panggilan tersebut, ngomong-ngomong apa kau jadi mengantarkanku ke tempat Hozuki-san?".


 "Benar juga, kalau begitu mari" ucapnya sembari berjalan.


 Kami pun berjalan bersama ke tempat Hozuki-san.


 "Hei Ryouchi, apa kau tau sesuatu mengenai taman barusan?".


 "Ya, taman itu adalah tempat kesukaan Hozuki-sama dirumah ini, kalau tidak salah dia menyebut taman tersebut dengan sebutan 'Shiro yume'".


 "Eh..... kalau begitu apa kau tau alasan semua bunga ditaman tersebut berwarna putih?"


 "Kalau itu bakan Hakku untuk menceritakan-nya padamu, kalau mau tahu tanya langsung saja kepada Hozuki-san, tapi aku menyarankanmu untuk tidak bertanya padanya saat ini, kau mengerti Aika-chan?" Ucapnya sembari tersenyum.


 "Y-ya" jawabku malu


 "Ngomong-ngomong aku dari tadi kepikiran tentang hal ini, kenapa kau memakai baju seperti itu?".


 "Tolong jangan bahas itu.....".


 "Kenapa? Kau imut kok"


 "T-Ttt-Tolong jangan menggodaku!"


 "Eh?!... tapi itu memang benar kok".


 "Cukup Ryouchi, kau menyebalkan!" Teriaku malu.


 "Hehehe, ya,ya~"


 Kami pun melanjutkan jalan kami, dan beberapa saat kemudian aku pun akhirnya sampai di kamar Hozuki-san.


 "Sudah sampai Aika-chan".


 "Ya, terimakasih Ryouchi".


 "Kalau begitu, aku pergi dulu ya" ucapnya sembari pergi meninggalkanku.


 "Ya".


 Setelah itu pun aku masuk kedalam kamar Hozuki-san, disana aku mendapati bahwa ia sedang membaca beberapa kertas dimejanya.


 "Hozuki-san!, kenapa kau memakaikanku baju aneh begini?!".


 "Oh....Aika-chan, kau cantik sekali" ucapnya sembari berdiri dari tempat duduknya.


 "Bukan itu yang aku tanyakan!"


 "Memangnya kenapa? Kau terlihat cantik kok, lagipula kau juga menyukainya kan?"


 "Siapa bilang!"


 "Kalau begitu kenapa kau tidak mengganti bajumu kembali?" Tanyanya sembari mengacungkan jari telunjuknya.


 "Eh...Eh....Eh...."


 "Aika-chan....".


 "EH!!, Kenapa aku tidak terpikirkan akan hal itu?!".


 "Hihihi, kau itu lucu sekali ketika sedang panik".


 "Bodohnya aku....." eluhku.


 "Kau itu, ini pakailah baju miliku" ucapnya sembari memberiku sebuah baju berwarna kuning.


 "Ah, terimakasih, kalau begitu aku mau ganti baju dulu, jadi anda keluarlah dulu sebentar".


 "Eh?, kenapa aku harus keluar? Kita kan sesama perempuan"


 "Bukan itu masalahnya, pokoknya cepatlah keluar" ucapku sembari mengusirnya.


 "Uh pelit~" ucapnya dari luar pintu.


 Aku pun mulai melepas baju mahou shoujo tersebut dan menggantinya dengan pakaian normal pemberian dari Hozuki-san.


 "Aika-chan, apa kau sudah selesai?".


 "Ya, anda boleh masuk".


 Hozuki-san pun masuk kembali ke kamarnya.


 "Wah, kau cantik sekali, kau itu memang sangat cocok dengan baju apapun ya?"


 "Jangan menggodaku...".


 "Siapa yang sedang menggodamu? Kau memang cantik kok, apalagi jika rambut panjangmu itu dipotong".


 Aku terdiam sejenak karena perkataanya yang sedikit menggangguku tersebut.


 "Apa maksudmu?, kau jangan berani-beraninya memotong rambutku, ingat itu!, aku sangat menyayangi rambut panjangku ini, jadi aku pasti akan sangat marah jika kau memotong rambutku ini, kau mengerti?!" Bentaku.


 "Ya,ya" jawabnya santai seakan-akan hanya mengaggap perkataanku sebagai bahan candaan.


 "Pokoknya ingatlah itu! Kalau begitu aku pamit untuk kembali kekamar".


 "Ya, tapi apa kau tahu jalanya?".


 "T-Tentu saja tahu, bodoh!" Jawabku malu sembari meninggalkan ruangan tersebut.


 "Dia itu......memang sangat lucu ketika sedang malu".


 Kemudian aku pun kembali kekamarku, namun ada satu hal yang tidak aku ketahui, yaitu aku tidak mengetahui apa yang sedang dipikirkan betul oleh Hozuki-san saat ini, jika saja aku mengetahui hal itu, sudah pasti esok yang gelap tidak akan pernah terjadi, namun sayangnya, aku tidak mengetahui hal itu sedikitpun.



 》》CHAPTER 04 : ORANG KAYA《《




 →To be continued←


 Terimakasih telah membaca I'll chapter 04 ini >_<










Tidak ada komentar:

Posting Komentar